Sounds of Silence |
aulya apta nienda . ganesha 3 basketball . WP |
You know who is he? he is the hot guy I’ve ever seen. Since that day, I admire him. The reasons I know is because he is so handsome. and he is kind, and he is the best rebound-er ever. And you know what? when he reply my message, even just say ‘Thank you for support us’, it was amazing you know!
- Kanaya
congrats kak @GalankGunawan #66 #SMBritAma #nblindonesia #solo #nofilter #1000rebounds
congrats! my favorite. sixty #6.
(Source: beachbeaches)
walah. favorite.
(Source: ditradroids)
KEBIASAAN UNIK DENNY SUMARGO, SALAH SATU PEMAIN NBL INDONESIA 2010-2011.
NBL Indonesia tak melulu menghadirkan ketegangan di dalam lapangan. Banyak sisi unik dan lucu yang melekat pada para pemain tim kontestan. Itu menjadi cerita tersendiri yang menghiasi NBL Indonesia seri perdana ini.
Tidur adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Setelah lelah beraktivitas, tubuh bakal kembali segar setelah tidur. Tidur panjang saja belum menjamin badan bisa kembali bugar saat bangun. Tidur harus berkualitas. Prinsip itulah yang dipegang oleh shooting guard Garuda Flexi Bandung Denny Sumargo.
Demi mendapatkan tidur yang berkualitas, Denny rela melakukan sesuatu yang terkesan aneh. Dalam setiap perjalanan ke luar kota, dia selalu membawa bantal sendiri.
”Ini kebiasaan sejak 2000. Saya merasa memang harus membawa bantal sendiri. Sebab, kadang-kadang bantal di hotel tempat kami menginap kurang nyaman,” terang Denny.
Kebiasaan tersebut tentu menimbulkan kerepotan tersendiri bagi mantan pemain timnas itu. Pasalnya, dia mesti membawa tas yang cukup besar untuk memasukkan bantal kesayangannya. Karena itu, dalam setiap tur, Denny selalu membawa dua tas. Satu tas dipakai untuk menampung tiga sepatunya, satu tas lainnya buat memuat baju dan bantal tersebut.
”Bagi saya, bantal lebih penting ketimbang baju. Untuk baju, saya sering membelinya di daerah lokasi pertandingan. Makanya, saya paling hanya membawa lima baju dari rumah. Sisanya beli. Kalau celana, malah lebih parah, cuma tiga potong. Yakni, celana tidur, celana panjang, dan celana pendek,” tutur mantan bintang Aspac Jakarta tersebut.
Meski demikian, Denny tak merasa malu dengan kebiasaan yang terlihat lebay itu. Dia lebih mementingkan kebugaran badannya ketimbang cibiran orang-orang.
”Ketebalan bantal saya ini sangat pas. Makanya, nyaman aja kalau dibuat tidur. Tak peduli omongan orang. Saya emang cuek. Toh, saya tidak mengganggu mereka,” jelasnya.
Ada-ada aja si koko ganteng ^^
GARUDA AKHIRNYA ATASI ASPAC
Kekalahan atas Dell Aspac Jakarta melalui over time di Solo kini telah dibayar oleh Garuda Flexi Bandung. Bermain tenang saat menyerang dan disiplin ketika bertahan membawa kemenangan untuk Garuda atas Aspac 55-49.
Garuda yang hari Senin kemarin (10/1) bermain untuk ketiga kali berturut-turut memiliki potensi kelelahan yang cukup tinggi. Namun hal tersebut sepertinya tidak terlalu terlihat pada serunya pertarungan di kuarter pertama. Garuda yang lebih dulu memasukan bola melalui Wendha Wijaya mendapat balasan langsung dari Xaverius. Xaverius bahkan mencetak semua tujuh angka awal bagi Aspac ketika timnya mulai tertinggal. Aspac sempat meninggalkan Garuda 9-0 sebelum dikejar Garuda dengan akselerasi 6-0. Aspac unggul sementara di akhir kuarter pertama 15-12.
Kuarter kedua menjadi ajang adu cepat. Andalan Garuda, Denny Sumargo mendapat pengawalan ketat dari para pemain Aspac. Denny hanya mampu mencetak dua angka di kuarter ini dan dua angka lagi di kuarter sebelumnya. Aksi Wendha Wijaya mampu membuat Garuda mengejar ketertinggalan di menit akhir kuarter kedua sehingga selisih hanya terpaut satu angka saja di akhir babak pertama. Garuda 27, Aspac 28.
Memasuki kuarter ketiga, I Made “Lolik” Sudiadnyana yang selalu mendapat pengawalan ketat para pemain Aspac berhasil membuktikan bahwa ia memang sulit dihentikan. Lolik mencetak delapan angka di kuarter ketiga dan membawa Garuda menguasai permainan dengan menggungguli Aspac sementara 46-37.
Permainan gemilang shooting guard Aspac, Xaverius kurang mampu diimbangi oleh Mario Gerungan, Okiwira Sanjaya, dan Rizky Effendi yang biasanya juga kerap mematikan. Raihan 22 angka oleh Xaverius kali ini tidak mampu membantu timnya mengalahkan Garuda untuk ketiga kalinya.
Hebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat XD. Aku padamu Garuda & koko Densu. Keep fighting! #GarudaDiDadaku
GARUDA MENANG SUSAH PAYAH ATAS CLS KNIGHTS
Minggu (9/1), Garuda Flexi Bandung akhirnya menuntaskan dendam mereka atas Nuvo CLS Knights Surabaya setelah kembali mengalahkan tim asuhan coach Amran tersebut melalui pertarungan super sengit hingga detik terakhir dengan kedudukan 62-59.
Aroma saling mengalahkan langsung terasa ketika memasuki kuarter pertama. Kedua tim memainkan pola menyerang yang cepat dengan pertahanan yang disiplin. Melalui Tony Agus, Febri Utomo, dan Agustinus Indrajaya, CLS Knights menyerang dengan apik. Sementara pada kubu Garuda, Indra Budianto membukukan poin terbanyak dengan tujuh poin dan menutup kuarter pertama dengan skor imbang 17 sama.
Kuarter kedua berjalan lebih panas, Denny Sumargo yang terkena lengan Jeffry Bong hingga sedikit terluka langsung membalas dengan melakukan foul cukup keras dengan mengganjal Jeffry, namun sayang dua pelanggaran tersebut luput dari pantauan wasit. CLS Knights menguasai pertandingan hingga enam menit awal kuarter kedua dengan meninggalkan Garuda dengan skor 8-0. Garuda melalui Wendha Wijaya dan Denny Sumargo yang memasukan lima dari enam kali freethrow berturut-turut berhasil kembali memperketat permainan dengan skor 29-27 di akhir kuarter kedua. CLS Knights unggul sementara.
Memasuki awal kuarter ketiga, Garuda mengambil alih permainan. Berbalik kini CLS Knights yang tidak mampu mengembangkan permainan. Penampilan gemilang Denny Sumargo mampu membawa Garuda unggul hingga tujuh angka di pertengahan kuarter. Febri Utomo yang menjaga Denny melakukan tugasnya dengan cukup baik. Selain berhasil mematikan Denny di lima menit terakhir, Febri juga mampu membalikan keadaan dan membawa CLS Knights unggul 45-42 di akhir kuarter ketiga.
Puncak serunya pertandingan terjadi di kuarter keempat. Kedua tim saling kejar mengejar angka dengan selisih tipis. Pada sisa 30 detik terakhir, Garuda hanya unggul satu angka sementara bola dikuasai oleh Febri yang mengatur serangan. Bola passing yang gagal ditangkap oleh Indrajaya berhasil dicuri oleh Denny Sumargo yang langsung melesat untuk mencetak dua angka di sisa lima detik terakhir.
WOW!!! Keren, keren, keren. Sangat patut untuk diacungi jempol. Sayang, Garuda baru panas di seri-seri akhir, harusnya sih dari preseason tp gpp deh yg penting nanti masuk championship series. Pokoknya klimaksnya harus pas championship series. Moga-moga bisa jadi juara NBL. Amin! #GarudaDiDadaku